Teman-teman, mohon maaf atas kelalaian kami dalam menjaga website ini, sehingga website kemarin hilang dijahili orang. Untuk mengaktifkan kembali, sudah kami import dari blogger.com, buat teman-teman yang ingin kembali memasukkan IDnya dan bisa menulis kembali disini, mohon daftar kembali. Nantinya semua tulisan dari teman-teman yang sudah ada disini akan kami submit ke penulis sebenarnya. Terima kasih .
Wahai MariaApa yang kau emban sewaktu dia dalam perutmu?Apa yang kau pikir hingga kau terima kemana-mana?Sehingga banyak pohon yang iri,banyak batu yang terus menggerutuKarena tidak kau kunjungi.. Wahai MariaSejauh kehidupanku kini, aku telah butaButa akan putramu yang seketika adaButa akan keberadaanmu yang selintas adaNamun kasih sayangmu tetap menggodaSeperti burung angsa yang terbang membentuk namamuDihati.. Pondok Bambu,...
Tahukah kamu,… rindu slalu bersayap, slalu mampu memintas jarak. Tahukah kamu,… bahwa rindu menghangatkan hati, menenggelamkan kelelahan menanti. Tahukan kamu,… bahwa rindu adalah candu, slalu menagih dan lagi. Tahukah kamu,…bahwa rindu ini padamu. * Dedicated : Pemilik Rindu * Image From Google...
Diantara rintik hujan, aku cari penggalan doa-doamu. Adakah tertulis namaku disitu?
bahagia itu sederhana.contohnya adalah hadirmu dalam mimpiku semalam.bayangan yang terlihat nyata itu sungguh menyejukkan malamku.jikalau memang hadirmu hanya dalam mimpi.rela sekali aku hidup dalam mimpi itu selamanya.karena bahagia itu kamu. sayang, hadirmu dalam mimpiku tak sesering aku memikirkanmu.lamunanku akan dirimu tak terbantahkan.kadang pilu, melihat bagaimana diriku sekarang aku memanggilmu bahagiaaku juga memanggilmu...
Tak harus berjalan dengan lututmuTak perlu juga membungkuk terlalu dalamTak harus menjadi bagus di mata mereka Apa yang kamu lakukan, lakukanlah..Merpati takkan pernah bisa terbang tinggibila dia terus memperhatikan Elang Kehidupan ini adalah,Apa dan siapa kamuBukan berapa dan banyaknya uangmu. Pondok Bambu Permai, 2012.
Ku tulis resah – gelisah – mengiringi anginSeakan merindu bulan, padahal aku matahariMembakarmu dari kejauhan – semata. Pondok Bambu, 2011.
Saat cakrawala itu menyentuh bumi,hanya sayatan akan kenangan yang mulai terlihat pudar,bukan benderang tentang hiruk pikuk dalam sepi,semua ini kusam, tak berbentuk, dan hanya patuh akan waktu, cahaya itu tak bisa kulihat,disaat semua orang memuja akan keindahannya,aku terheran dengan kebutaanku,apa yang sebenarnya mereka lihat? aku juga ingin mengaguminya,dan akhirnya, sampai saat ini aku masih buta, sebenarnya,,,aku tak ingin berbeda,aku juga...
Dari setiap kenangan yang pernah terjadi Menbuatku tegak berdiri jauh lebih kuat Menjadi orang yang semakin mengenal diri Dan bisa lebih berkompromi dengan situasi yang tak diingini Saat kudengar orang meneriaki ku Aku takkan peduli, aku akan bangun Beban akan mengalir lebih cepat dari kita kita fikirkan Berani dan percaya pada diri Caci-maki akan berubah menjadi puji Dan orang-orang akan bernyanyi untuk kemenanga ini Melangkah dengan...
Recent Comments